Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, Mei 8

Potret Sekolahku



Sekolahkulah
Tempat landasanku mencari ilmu
Tempatku berpijak untuk mewujudkan mimpi
Tempat kebahagiaan orang tuaku ku pertaruhkan
Tempat masa depanku kulukiskan
Sekolahku Aku berharap
Setiap jam pelajaran tiba hatiku begitu bahagia
Hatiku Senang ilmuku akan bertambah
Prasaanku bahagia guruku akan membimbingku
Batinku bergelora temanku akan menyemangatiku
Sekolahku hari-hari yang tidak aku lupakan
Tempatku bisa bertemu teman-temanku
Tempat dimana kami mengukir canda juga rindu
Tempat Kami habiskan waktu tuk belajar mencari ilmu
Berharap meraih apa yang kami tuju
Namun ditempat aku berpijak ini
Batinku terasa kecewa
Setiap kali aku melihat ke luar jendela
Sekolahku terlihat kumuh dengan daun cemara yang jatuh
Sekolahku terlihat menyedihkan dengan ilalang yang melambai
Sekolahku terlihat menjijikan dengan sampah yang berserakan
Sekolahku terlihat kotor dengan genangan lumpur di tengah jalan
Sekolahku terlihat tua dengan tiang-tiang miringnya
Diruang aku menuntut ilmu ini
Hanya sisa-sisa semangat yang kian hari kian hilang
Meneguhkan hati dari lamanya aku menunggu
menyabarkan diri dari tidak hadirnya guru hari ini
Teringat janjinya yang akan datang hari ini
Ditempat aku melukis masa depan ini
Tidakkah ada manusia yang peduli
Prihatin dan iba dengan masadepan kami
Sadar kami yang akan menggantikan mereka
Tidakkah mereka khawatir jika apa yang mereka perjuangkan sekarang sia-sia
Hanya karena memandang kami anak petani yang tak berguna

Senin, April 21

Dibalik Pujian Guru



Guru...
Tak habis seluruh kata untukku memujimu
Semangatmu yang tak pernah lesu
Juga Ilmumu yang taksedikitpun aku ragu
Serta kesabaranmu yang tak pernah membiru
          Engkau bagaikan bulan purnama
          Yang menujukkan jalan kebenaran
          Menghapuskan seluruh kegelapan
          Memerangi segala bentuk keputusasaan
          Memebenarkanku  makna sejati  keadalian
          Memberikanku  arti sebenarnya tentang kehidupan
          Menjadi teman dikalaku dalam kesunyian
          Mewujudkan segala harapanku menjadi kenyataan
          Dan menjadi orang tuaku dikalaku sendirian
Tak habis kata untuk memujimu
Engkau  bagaikan mutiara
Yang kuatnya melebihi baja
Berkilau menyilaukan mata
Begitu indah tiada tara
Membawa ketentraman di hati yang gundah gulanda
Menutupi keburukan yang aku punya
Menghilangkan kehawatiranku  yang selalu ada
Menenggelamkan keburukan yang buruk rupa
Dan menjadikan duniaku lebih berwarna
          Tak habis kata-kata untuk menggambarkan keperkasaanmu
          Dibalik senyummanismu  saat pelajaran
          Aku tau kau sedang menyimpan kepedihan
          Dibalik belakan matamu yang menakutkan
          Aku tahu kau sedang memberikanku kasih sayang
          Dan dibalik itu semua
          Aku tahu kau mengemban amanat besar dari  negeri ini
          Indonesia negeri yang aku cintai

Melawan Carbon



Kami lah racun pembunuh
Kami berada di mana-mana
Kami tidak terlihat, tidak tercium, juga tidak terasa
Kamilah dewak kematian yang diciptakan
            Kami diciptakan oleh mereka yang takut padakami
            Kami dipelihara oleh orang yang membenci kami
            Kami dibesarkan dengan nyaman bersama ibu-ibu kami
            Kami dibebaskan membunuh tampa di cegah oleh hukum alam samasekali
Kota besar adalah surga kami
Teman-temanku ada disana sini
Ibu kami ada dimana-mana
Pabrik, kendaran, kebakaran, dan perokok adalah saudara-saudarkami
Kami biasa dipanggil carbon, carbon si pembunuh berdarah dingin
            Pohon adalah musuh kami
            Mereka adalah pahlawan tanpa jasa
            Walaupun kekuatan mereka tak diakui
            Pohon tetap membela orang-orang yang membunuh saudaranya
            Walaupun jumlah mereka sedikit
            Merekalah yang paling mengancam hidup kami
            Mereka kokoh berdiri dibarisan terdepan memerangi kami
Walaupun ada sedikit orang yang sadar akan kekuatan pohon
Namun kami terus diciptakan
Walaupun pohon tumbuh ditanam di sana-sini
Namun kendaraan juga dibuat diberbagai negeri
Walaupun pohon ditanam di rumah
Namun perokok tidak pernah ramah
            Tidak ada lawan sepadan kami
            Tidak ada polisi yang menangkap kami
            Tidak ada hakim yang menghukum kami
            Kami bebas, memilih siapa yang akan kami bunuh
            Kami lepas menentukan kapan untuk membunuh
            Kami juga tidak dituntut atas perbuatan kami
            Selama manusia belum sadar akan kekuatan yang dapat mencegah kami.